BREAKING NEWS
Sabtu, 22 Februari 2025

Warga Jakarta Terus Mengeluh: Minimnya Tempat Pembuangan Sampah Halangi Program Pemilahan

BITVonline.com - Sabtu, 26 Oktober 2024 08:49 WIB
1 view
Warga Jakarta Terus Mengeluh: Minimnya Tempat Pembuangan Sampah Halangi Program Pemilahan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA –Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengumumkan rencana penerapan pembebasan retribusi pelayanan kebersihan bagi rumah tangga yang aktif memilah sampah dari sumbernya. Program inovatif ini direncanakan mulai berlaku pada 1 Januari 2025 dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang lebih baik.

Masyarakat menyambut baik kebijakan ini, meskipun mereka berharap pemerintah juga menyediakan fasilitas yang memadai, seperti tempat pembuangan sampah berdasarkan kategori. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat dengan mudah menjalankan program pemilahan sampah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Baca Juga:

Salah satu warga yang mendukung program ini, Heni (39), yang tinggal di Gang Kemanggisan Jati Padang, mengungkapkan bahwa pembebasan retribusi ini dapat mengurangi beban pengeluaran bulanan mereka. “Dengan adanya program ini, pemasukan dari pekerjaan sebagai ojek online dapat dialokasikan untuk biaya listrik dan kebutuhan lainnya,” katanya.

Baca Juga:

Heni menekankan pentingnya ketersediaan tempat pembuangan sampah. “Setuju, kalau ada tempat pembuangannya lebih setuju lagi. Cuma kan kita lagi mikirin tempat pembuangannya. Tempat pembuangannya tuh nggak ada,” keluhnya. Ia menyatakan bahwa seringkali warga terpaksa membakar sampah karena minimnya fasilitas pembuangan.

Hal senada disampaikan oleh Nadia (29), pemilik indekos dan minimarket di Sawo Manila. Menurutnya, program ini dapat mendorong kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, namun tetap menghadapi kendala yang sama: kekurangan tempat pembuangan sampah. “Sebenarnya pembebasan retribusi ini bagus, tapi tempat pembuangannya kurang,” ujarnya.

Nadia juga mencatat bahwa dalam sehari, dia bisa menghasilkan satu karung sampah dari usaha dan kebiasaannya sehari-hari. Ia mengeluarkan biaya sekitar Rp 30.000-35.000 setiap bulannya untuk iuran sampah. “Saya bayar iuran ke orang yang bawa gerobak sampah,” katanya, menunjukkan bagaimana banyak warga yang masih bergantung pada metode tradisional untuk membuang sampah.

Kedua warga ini menekankan pentingnya sosialisasi dari pemerintah mengenai pemilahan sampah, terutama perbedaan antara sampah organik dan anorganik. “Harus ada sosialisasi juga terkait sampah karena tidak semua masyarakat Jakarta tahu ini sampah organik. Ini sampah non-organik,” tambah Nadia.

Dengan langkah yang diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah akan meningkat, bersamaan dengan adanya fasilitas yang memadai untuk mendukung program pemilahan sampah. Jika berhasil, ini bisa menjadi model bagi kota-kota lain dalam menangani masalah kebersihan dan pengelolaan sampah yang semakin kompleks.

Menghadapi Tantangan ke Depan

Program ini tentu saja masih harus diimbangi dengan infrastruktur yang memadai. Warga berharap Pemprov DKI Jakarta dapat memberikan solusi terkait ketersediaan tempat pembuangan sampah agar mereka dapat berpartisipasi aktif dalam program ini tanpa harus mengalami kesulitan.

Dengan harapan ini, masyarakat Jakarta menantikan implementasi program pembebasan retribusi dan langkah-langkah nyata dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di ibu kota.

(N/014)

Tags
beritaTerkait
Tingkatkan Pendidikan dan Pembinaan Kerohanian, Lapas Labuhan Ruku Koordinasi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Ubah Mobil Dinas Mercedes Benz Jadi Rumah Sakit Berjalan
Rekrutmen Bersama BUMN 2025: Peluang Emas Bagi Pencari Kerja Indonesia
Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Memuntahkan Banjir Lahar dan Letusan, Warga Diminta Waspada
ISTP: Tipe Kepribadian MBTI Paling Langka di Indonesia, Apa Keistimewaannya?
Komnas HAM Terbatas Anggaran, 50 Kasus Menjadi 5-6 Kasus yang Ditangani
komentar
beritaTerbaru