MEDAN – Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Rio Firdianto, memimpin upacara pemberangkatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Statis Yonif 126/KC yang akan melaksanakan tugas menjaga wilayah perbatasan Indonesia-Papua New Guinea.
Upacara yang digelar di Pelabuhan Belawan, Medan, pada Selasa (1/4) ini mengukir momen penting bagi prajurit Yonif 126/KC yang akan menghadapi tantangan berat di daerah perbatasan.
Dalam amanatnya, Pangdam I/BB dengan penuh kebanggaan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada prajurit Yonif 126/KC yang terpilih menjalankan tugas mulia tersebut.
"Menjaga perbatasan adalah amanah yang tak mudah. Geografi yang sulit dan medan alam yang keras menjadi ujian besar bagi kalian. Namun, dengan semangat juang yang tinggi, profesionalisme, serta kecintaan pada tanah air, saya yakin tugas ini akan dijalankan dengan penuh dedikasi dan hasil yang gemilang," ujarnya dengan penuh keyakinan, menegaskan bahwa tugas tersebut memerlukan kesiapan fisik dan mental yang luar biasa.
Lebih jauh, Pangdam mengingatkan bahwa peran prajurit Yonif 126/KC di wilayah perbatasan tidak hanya untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi juga untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Papua New Guinea.
"Keberadaan kalian bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan kedua negara. Jaga hubungan baik dengan masyarakat setempat, tampilkan sikap yang santun, dan tunjukkan bahwa TNI dan rakyat adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan," tuturnya, menekankan pentingnya sinergi antara prajurit dan warga.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga mengingatkan para prajurit tentang tantangan yang mungkin muncul selama bertugas, mulai dari ancaman kelompok bersenjata hingga provokasi yang dapat memicu ketegangan.
"Waspada, disiplin, dan hati-hati dalam setiap langkah yang kalian ambil. Keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan fisik, tetapi juga oleh komunikasi yang baik dengan masyarakat, yang akan memperkuat keberhasilan tugas kita," tambah Pangdam, menyampaikan pesan penting tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi setiap ancaman.
Sebelum berangkat menuju daerah penugasan di Papua, para prajurit Yonif 126/KC akan mengikuti latihan pratugas lanjutan di Pusdikpasus Batu Jajar.
Pangdam menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan ini untuk mematangkan kesiapan fisik, mental, dan kemampuan teknis.
"Latihan adalah kunci keberhasilan. Kesiapan fisik yang prima saja tidak cukup, persiapkan mental dan spiritual kalian untuk menghadapi tantangan yang ada di depan," katanya, mengingatkan bahwa latihan adalah tahap penting dalam meraih keberhasilan di lapangan.
Di akhir amanatnya, Pangdam I/BB mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh prajurit Yonif 126/KC yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG Tahun 2025.