BREAKING NEWS
Kamis, 03 April 2025

Gempa Dahsyat di Myanmar: Lebih dari 2.700 Korban Jiwa, Kelangkaan Tempat Berlindung dan Obat-obatan

Justin Nova - Rabu, 02 April 2025 11:44 WIB
28 view
Gempa Dahsyat di Myanmar: Lebih dari 2.700 Korban Jiwa, Kelangkaan Tempat Berlindung dan Obat-obatan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MYANMAR -– Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Myanmar pada Jumat pekan lalu menyebabkan lebih dari 2.700 orang meninggal dunia dan lebih dari 4.500 lainnya terluka.

Di tengah tragedi ini, para korban gempa di Mandalay mengalami kesulitan besar, termasuk kelangkaan tempat berlindung, air bersih, dan obat-obatan.

Koordinator Residen dan Kemanusiaan Myanmar dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Marcoluigi Corsi, menyampaikan keprihatinannya dalam sebuah konferensi pers virtual di Jenewa, yang diambil dari Yangon.

Baca Juga:

Ia mengungkapkan bahwa waktu untuk pencarian dan penyelamatan semakin terbatas, sementara kebutuhan mendesak seperti tempat berlindung, air bersih, dan obat-obatan sangat langka.

"Orang-orang di daerah yang terkena dampak menghabiskan malam di tempat terbuka karena tidak ada listrik atau air bersih," ungkap Corsi.

Baca Juga:

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan beberapa badan PBB lainnya menyampaikan peringatan mengenai kekurangan air minum dan kekhawatiran tentang potensi penyebaran kolera akibat kondisi sanitasi yang buruk.

Dalam keterangannya, Wakil Perwakilan UNICEF, Julia Rees, menekankan bahwa air sangat sulit didapatkan, sementara kondisi cuaca yang panas memperburuk situasi.

"Ini benar-benar mengerikan. Kebutuhan paling mendesak adalah air, di luar sana sangat panas. Pipa air dan tangki septik pecah," kata Rees.

Badan pengungsi PBB, UNHCR, juga menyatakan bahwa situasi di Myanmar telah berkembang menjadi krisis kemanusiaan tingkat tinggi. Upaya tanggap darurat semakin rumit karena kerusakan parah pada infrastruktur seperti jalan dan jembatan, yang menghambat distribusi bantuan.

Tim UNHCR, yang biasanya dapat mencapai Mandalay dalam waktu delapan jam, kini membutuhkan waktu hingga 13 jam

Organisasi-organisasi internasional seperti OCHA, UNHCR, dan UNICEF juga mengkhawatirkan masalah pendanaan untuk mendukung operasi kemanusiaan.

Mereka mendesak negara-negara donor untuk segera menawarkan bantuan keuangan agar persediaan barang-barang penting dapat dipenuhi.

Editor
: Justin Nova
Tags
beritaTerkait
Pemerintah RI Kirim 73 Personel dan Bantuan Medis Untuk Korban Gempa Myanmar, Termasuk Shelter dan Obat
Pemerintah Indonesia Kirim 12 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Myanmar
Jumlah Korban Gempa Bumi Myanmar Meningkat, Mendekati 2.000 Jiwa
5 Fakta Gempa 7,7 Magnitudo di Myanmar yang Guncangkan Thailand dan Tewaskan Ribuan Orang
Bagaimana Gempa Myanmar Bisa Hancurkan Bangkok? Ini Kata Ahli
Pemimpin Junta Myanmar Muncul Usai Gempa Dahsyat, Minta Bantuan Dunia
komentar
beritaTerbaru