BREAKING NEWS
Selasa, 15 April 2025

Dampak Kebijakan Tarif Impor Timbal Balik AS: 22 Komoditi Ekspor Sumut Terancam Kenaikan Tarif 32%

Adelia Syafitri - Rabu, 09 April 2025 14:20 WIB
191 view
Dampak Kebijakan Tarif Impor Timbal Balik AS: 22 Komoditi Ekspor Sumut Terancam Kenaikan Tarif 32%
Proses pemetikan kopi di Sumatera.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN -Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (Kabid PPLL) Dinas Perdagangan Pemprov Sumut, Azra'i Ridho Hanafiah, menyoroti kebijakan tarif impor timbal balik yang baru saja diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Menurut Azra'i, kebijakan ini akan berdampak pada 22 komoditi ekspor Sumut ke AS yang sudah berlangsung sejak tahun 2024 hingga saat ini.

Baca Juga:

Azra'i menjelaskan bahwa kebijakan tarif impor 32 persen yang mulai berlaku pada 9 April 2025 tersebut akan mempengaruhi sejumlah komoditi ekspor dari Sumut, di antaranya kopi, produk kimia, lemak nabati, kimia organik, ikan, udang, olahan daging, karet, alumunium dan produk alumunium, kayu, arang, sabun, perabot, minyak atsiri, mesin, boiler, peralatan mekanik, barang dan logam dasar, sayuran, sarang walet, gula dan produk manisan, barang dari kulit, terak, abu, residu, buah dan kacang, produk besi dan baja, serta kertas dan karton.

Menurut data, total nilai ekspor 22 komoditi tersebut mencapai USD 1.568.283.510,80 untuk periode 2024 hingga Maret 2025.

Di antara komoditi yang paling bernilai, kopi menempati urutan pertama dengan FOB sebesar USD 600.397.358,59, diikuti produk kimia dengan USD 257.777.493,59, dan lemak nabati dengan USD 228.126.176,98.

Azra'i memprediksi dampak kebijakan ini baru akan terasa pada Mei 2025, ketika pasar mulai merespons kenaikan tarif.

Salah satu potensi dampaknya adalah penurunan permintaan terhadap komoditi ekspor Sumut, serta kenaikan harga yang stabil.

Kondisi ini, menurut Azra'i, bisa berujung pada stagflasi ekonomi, yakni pertumbuhan ekonomi yang lambat, dengan tingkat pengangguran yang tinggi.

"Stagflasi berpotensi terjadi karena kenaikan harga dan penurunan permintaan yang meluas. Ini akan berdampak pada inflasi global, termasuk di Indonesia," jelas Azra'i.

Terkait dengan kebijakan ini, Azra'i juga menambahkan bahwa pihaknya akan memantau posisi neraca perdagangan internasional Sumut dengan AS pada Mei 2025, untuk melihat apakah ada perubahan signifikan dalam ekspor Sumut ke negara tersebut.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kemendag.go.id, pengumuman tarif dasar yang diumumkan lebih awal oleh Presiden Trump pada 2 April 2025 menyebutkan bahwa Indonesia dikenai tarif timbal balik sebesar 32 persen.

Editor
: Adelia Syafitri
Tags
beritaTerkait
Komisi XI DPR RI Desak Pemerintah Antisipasi Kebijakan Tarif Impor AS yang Menyulitkan Ekspor Indonesia
Tarif Impor Baru Trump: Ini Daftar Negara ASEAN yang Terkena
komentar
beritaTerbaru